Batik Tulis Gedog Tuban
Motif Kates Gantung Hijau Lumut, Ceblongan Titik Muser, Singo Barong Orange, Singo Barong Mocca, Geringsing, Ririnan Sutra, Singo Barong Coklat, Kecubung, Kacang-kacangan, Titik Trenyeng, Gajah-gajah, Kopi pecah, Umeng-umeng, Jeruk Nipis, Kates Gantung Putih Orange…“Sold Out”
Berikut Batik Tulis Gedog Tuban yang ready stock, untuk pemesanan silahkan email ke : marketing@tubanstore.com
Batik Memesona Orang Yunani
Sementara itu, Duta Besar Ahmad Rusdi menyatakan, peragan busana batik dimaksudkan memperkenalkan Indonesia pada masyarakat Yunani dengan menampilkan salah satu ikon Indonesia, yaitu batik yang mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.
Peragaan busana bersama disainer Yunani dan Indonesia itu, menampilkan sebanyak 24 busana wanita dan 15 kemeja pria yang dibagi dalam tiga sesi.
Continue Reading November 24, 2009 at 5:52 pm Leave a comment
Ayo Pakai Batik pada 2 Oktober 2009
Tahun 2009, sebanyak 111 dari total 160 negara anggota UNESCO mengajukan salah satu budayanya untuk dikukuhkan sebagai ICH. “Batik adalah salah satu yang terunggul untuk menjadi warisan budaya dunia bukan benda, tapi keputusan baru diberikan tanggal 2 Oktober pukul 16:00 waktu setempat atau 20:00 WIB,” papar Aurora.
Anak sekolah akan diimbau untuk mengenakan batik oleh Dinas Pendidikan DKI, sedangkan pegawai bar dan hotel juga akan diimbau serupa oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI.
“Diharapkan juga pegawai kantor nonpemerintah akan mengenakan batik pada hari itu sebagai bentuk dukungan. Tidak ada sanksi bagi yang tidak melaksanakan karena ini bentuknya hanya imbauan,” ujar Aurora.
Menjelajah Desa dan Belajar Membatik di Giriloyo
Ia mengatakan optimistis mampu menjual perkampungan batik Giriloyo sebagai objek wisata. Ada dua paket wisata yang ditawarkan, yakni paket I jelajah desa serta paket II jelajah desa dan belajar membatik.
Continue Reading September 8, 2009 at 4:30 pm Leave a comment
Asal-usul Batik Tulis Gedog Tuban
Keberadaan profesi pengrajin batik tulis tradisional sekarang ini hampir-hampir merupakan pekerjaan yang telah banyak ditinggalkan oleh banyak orang, karena ketrampilan yang dibutuhkan dianggap tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan sebagai pengrajin batik tulis, sehingga hanya dari tangan-tangan terampil para pengrajinlah kita dapat menikmati suatu karya budaya yang bernilai seni tinggi.
Batik tulis tradisional Tuban adalah suatu karya budaya yang keberadaannya sampai sekarang masih diterima oleh masyarakat.sebab disamping nilai estetik yang ditampilkannya cukup tinggi, juga kandungan nilai budaya dalam karya ini tampak jelas, sehingga batik tulis tradisional Tuban ini merupakan suatu produk yang memiliki kekhasan tersendiri.
Mengingat semakin menipisnya kemauan anggota masyarakat menekuni profesi ini karena dianggap tidak komersil, maka potensi dan keberadaan produk tradisonal ini perlu dilestarikan bahkan perlu dikembangkan.
Dengan didirikannya Tubanstore, semoga para pengrajin bisa melihat bahwa, profesi ini tidaklah seperti yang dibayangkannya, sebab Tubanstore ingin memperkenalkan batik tulis baik lokal maupun internasional, sehingga batik tulis tradisonal tuban ini semakin berkembang dan kelestariannya tetap terjaga dan tidak hanya itu, tetapi juga dapat memperkaya serta mentransformasikan karya budaya ini ke alam modern.
Sejarah Batik Tulis Tradisonal Tuban
Tuban sebagai salah satu wilayah di bagian Timur dari pulau jawa, memiliki satu corak kebudayaan yang unik, mengapa? Karena dalam sejarah wilayah ini telah masuk 3 tata nilai kebudayaan yang saling mempengaruhi, dan sampai sekarang kebudayaan ini masih tetap eksis dan sama-sama berkembang, tanpa membuat salah satu kebudayaan ini tersingkir. Ketiga kebudayaan tersebut adalah
1. Jawa, yang meresap saat wilayah ini dalam kekuasaan jaman Majapahit (abad XII-XIV)
2. Islam, karena diwilayah ini hidup seorang ulama yang ternama yaitu Sunan Bonang (1465- 1525 M)
3. Tiongkok(cina), karena di Tubanlah para sisa lascar tentara kubalai khan melarikan diri dari kekalahannya pada saat menyerang Jawa di awal abad XII, hingga kini masyarakat keturunan ini banyak bermukim di Tuban.
Proses interaksi ketiga kebudayaan ini berlangsung sekian lamanya hingga sekarang dan sangat mempengaruhi pola kehidupan masyarakat Tuban sampai kini.
Motif Batik Tulis Tradisional Tuban, apabila di cermati, terlihat betapa motif-motif tersebut sangat dipengaruhi nilai-nilai budaya jawa, islam, dan tiongkok. Gambar-gambar burung pada motif batik tulis Tuban jelas terlihat pengaruh dari budaya tiongkok, karena gambar burung yang dimotifkan pada batik tulis tersebut Nampak adalah burung”Hong”yang jelas tidak terdapat di wilayah Tuban.
Sedang pada motif bunga jelas terlihat adalah motif-motif tradisional yang sejak lama dibuat dihampir seluruh wilayah pulau Jawa. Sedangkan pengaruh islam pada motif batik tulis Tuban terlihat pada motif dengan nama yang religious seperti kijing miring.
Dahulu batik tulis ini hanya digunakan untuk upacara-upacara tradisional masyarakat Tuban seperti sedekah bumi, pernikahan, pemakaman.
Pada perkembangan jaman, sekarang ini penggunaan batik tulis Tuban tidak hanya untuk upacara-upacara adat, namun telah meluas pada penggunaannya seperti ; taplak meja, sarung bantal, dekorasi, hiasan dinding, model baju modist baik untuk pria dan wanita.
Dari hal-hal tersebut diatas jelaslah bahwa batik tulis tradisional Tuban yang memiliki ciri khas yang unik sangat perlu untuk dilestarikan keberadaannya apalagi potensi pengembangannya sangat prospektif.
Proses Pembuatan Batik Tulis Tradisional Tuban
Batik Gedog Tulis Tradisonal (kain katun):
1. Kain katun
2. Diputihkan, dicuci
3. Dijemur sampai kering
4. Dilengkreng/dipola
5. Isen-isen
6. Ditembok
7. Dicelup dengan warna dasar
8. Diangin-anginkan hingga kering
9. Isen-isen
10. Celup warna yang dikehendaki
11. Diangin-anginkan
12. Dilorot, untuk memisahkan malam
13. Diangin-anginkan hingga kering
Proses Batik Gedog Tulis Tradisional pada kain katun memerlukan waktu 3-4 hari kerja, dan apabila musim hujan, bisa memakan waktu lebih lama lagi.
Batik Gedog Tulis Tradisonal (kain tenun):
1. Benang Lawe, sebagai bahan baku
2. Benang direbus untuk menghilangkan lemak
3. Dijemur sampai kering
4. Dikanji dengan tepung jagung/tepung kanji
5. Disikat dengan sabut kelapa
6. Di dihani, untuk menentukan panjang dan lebar kain
7. Memasukkan benang dalam sisir ; dimasukkan dalam teropong, digulung dipalet/pemaletan
8. Ditenun
9. Kain Lawon
10. Diputihkan, dicuci
11. Dijemur sampai kering
12. Dilengkreng/dipola
13. Isen-isen
14. Ditembok
15. Dicelup, dengan warna dasar
16. Diangin-anginkan hingga kering
17. Isen-isen
18. Celup warna yang dikehendaki
19. Diangin-anginkan
20. Dilorot, untuk memisahkan malam
21. Diangin-anginkan hingga kering
Proses Batik Gedog Tulis Tradisional pada kain tenun memerlukan waktu 14-18 hari kerja, dan apabila musim hujan, bisa memakan waktu lebih lama lagi.
Keistimewaan batik gedog, bukan hanya proses pembuatannya, tetapi juga motifnya seperti ganggeng, kembang randu, kembang waluh, cuken, melati selangsang, satriyan, kijing miring, likasan kothong, guntingan, panjiori, kenongo uleren, panji krentil, panji serong, dan panji konang. Tiga motif batik terakhir dahulu kala konon hanya dipakai pangeran. Batik motif panji krentil berwarna nila justru diyakini bisa menyembuhkan penyakit.
Potensi daerah penghasil Batik Gedog
Pada awalnya batik tulis tradisional ini hanya dikenal didalam suatu wilayah kecamatan bernama kerek, khusunya didesa Margirejo, desa Gaji, desa Kedongrejo dan desa Karanglo. Karena memang dikecamatan kerek inilah pertama kali orang mulai memintal benang dan menenun kain. Dalam perkembangannya desa-desa lain yang kemudian juga ikut menghasilkan batik tulis tradisional ini antara lain desa karang, desa prunggahan kulon kecamatan semanding dan desa Sumurgung kecamatan Tuban.
Kegiatan kerajinan batik tulis tradisional Tuban ini dikerjakan oleh suatu kelompok-kelompok kerja, biasa disebut unit usaha, yang beranggotakan beberapa orang pengrajin batik tulis.
Sumber : Dinas Perindustrian Perdagangan dan koperasi Kab. Tuban dan Kompas
Batik Tak Hanya dari Jawa
SELAMA ini batik mungkin dikenal luas sebagai kain tradisional yang khas dari Pulau Jawa. Kenyataannya, batik adalah budaya nusantara karena menyebar dari Sumatra hingga Papua. Beragam jenis dan motif batik tersebar dengan keunikan dan ciri khasnya masing-masing.
800 Orang Pembatik Pecahkan Rekor MURI
800 Orang pembatik tradisional khas Madura di Pamekasan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) membatik di atas kain terpanjang di Indonesia. Kain yang digunakan sepanjang 1.530 meter atau 1,5 km. Pemecahan rekor Muri tersebut di gelar di Taman Arek Lancor Kabupaten Pamekasan
Para pembatik diwajibkan membuat motif batik khas Madura. Terdiri dari jagat, motif be-rebhe, motif mo’ ramok, motif leng oleng, motif beres tompa, motif misrimi, motif lak-olak, dan
Batik Pekalongan Dapat Pengakuan UNESCO
“Batik Indonesia yang diusulkan tersebut bukan motifnya melainkan nilai estetikanya yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh sebagian perajin batik Pekalongan,” katanya.
Rusdiyanto salah seorang perajin batik mengatakan, para perajin optimistis dengan adanya pengakuan dari Unesco akan menambah kerajinan batik Kota Pekalongan bisa lebih dikenal dunia.
Batik Komputer, atau Komputer Batik
Akrobatik ialah produk pengembangan batik yang digenerasikan dari teknologi komputer. Caranya ialah memasukkan motif batik tertentu ke dalam program komputer, kemudian program komputer akan menggenerasikan motif tersebut menjadi berbagai bentuk desain.
Batik Akan Ditetapkan UNESCO sebagai Pusaka Dunia
“Orang Indonesia tidak bangga memakai batik. Memakainya pun, enggak tahu apakah itu batik tulis, cap, atau printing. Dari ratusan orang yang memakai batik, paling hanya puluhan orang yang memakai batik yang benar-benar batik,” ucapnya.
Batik yang benar-benar batik, dijelaskan dia, hanya batik tulis, batik cap, dan kombinasi batik tulis dengan cap. Sedangkan yang bukan batik adalah batik printing alias kain tekstil bermotif batik. Batik printing inilah yang mengacaukan.

























