Batik Gedog Pertahankan Warna Alami

March 18, 2009 at 3:52 pm Leave a comment

panjiori-1Batik Gedog dari Tuban, merupakan salah satu khasanah batik Nusantara. Kendati tidak setenar batik Solo, Jogya atau Pekalongan — batik gedog dari Jawa Timur ini tetap sarat akan makna. Baik yang bersifat filosofis maupun kekuatan ekonomis. Ini terlihat pada motif-motif yang unik.

Dalam buku Batik Fabled Cloth of Java karangan Inger McCabe Elliot dikatakan sebenarnya batik Tuban mirip dengan batik Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Kemiripan ini terjadi pada penggunaan benang pintal serta penggunaan warna merah dan biru pada proses pencelupan. Namun ketika Kota Cirebon perubahan dramatis dan diikuti dengan perubahan pada batiknya, batik Tuban tetap seperti semula.

Salah satu ciri khas batik gedog dari Tuban adalah serat benangnya yang kasar. Menurut Aslichah, seorang pedagang batik gedog Tuban, biasanya perajin membuat tiga variasi ukuran kain tenun selain ukuran baku tersebut. Yakni panjang dua meter, tiga meter dan ukuran khusus untuk taplak atau keperluan lainnya. Selain panjang kain yang beragam, setiap kain juga memiliki kerapatan yang berbeda. Struktur tenunan yang merangkai kain itu akan menentukan bentuk perlakuan yang akan diterima oleh kain selanjutnya. Misalnya kain seser yang mempunyai kerapatan rendah. Jalinan benang penyusun kain tersusun jarang-jarang sehingga terdapat celah antarbenang yang berbentuk kotak-kotak. Akibatnya kain seser ini tidak dapat diberi motif batik seperti yang saat ini sedang dikembangkan oleh para perajin.

“Kalau mau dibatik, mending buat tenun putihan saja yang tenunnannya rapat dan kainnya lemas,” kata Aslicah. Yang juga menjelaskan bahwa sulur warna-warni dalam selembar kain yang dihasilkan tergantung pada benang, jadi bukan dari celupannya. Setiap kali menenun, setiap benang sudah diberi warna sendiri. Sehingga warna yang dihasilkan dalam setiap helai kain merupakan ‘warna asli’ kain itu.

Hal ini berbeda dengan beberapa jenis kain tenun yang pewarnaannya dilakukan usai kain selesai ditenun. “Khusus untuk tenun gedog batik, proses pembatikan dilakukan setelah kain putihan selesai ditenun. Prosesnya sama seperti membatik kain biasa,” tambahnya.

Guna memperoleh warna batik yang sangat alami, bisa dilakukan dengan inovasi alami. “Semua daun, pohon serta tumbuhan, merupakan sumber warna alam. Ciri khas batik gedog warnanya nila, agak kegelapan sebagai identitas batik gedog. Sedang motif yang tetap abadi adalah panjiori, kenongo, uleren, ganggeng, panji krentil, panji serong dan panji konang. “Tapi konon batik panji krentil, panji serong dan panji konang adalah batik yang dikenakan pangeran. Batik panji krentil berwarna nila diyakini bisa mengusir penyakit,” kata Aslicah.

By Nur Puji Utami – KR

Entry filed under: Artikel. Tags: , , .

Sekilas Tentang Tuban JATIM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chat With Us

Click Here to Find Out

Semua Tentang Batik About Batik
Batik Tulis Tuban - Ready Stock Batik Tulis Tuban - Ready Stock
Tips Perawatan Osteoporosis theosteoporosistreatment
Dapatkan email marketing Gratis!!!

Tubanstore mengucapkan :

Selamat Hari Batik Tanggal 2 Oktober

Blog Stats

  • 46,303 hits

RSS News


%d bloggers like this: