Batik Akan Ditetapkan UNESCO sebagai Pusaka Dunia

July 5, 2009 at 3:52 am 2 comments

Batik Gedog Tuban

Batik Gedog Tuban

UNESCO, badan di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa yang mengurusi kebudayaan, akan menetapkan batik Indonesia sebagai pusaka dunia pada Oktober nanti. Ini peluang bagi Indonesia.

“Jangan sampai Indonesia malu lagi untuk kesekian kali. Yang kami risaukan adalah, beberapa tahun ke depan, Indonesia sudah tidak lagi mempunyai pembatik. Mereka pindah profesi, karena masyarakat tak berminat membeli batik,” ujar Larasati Suliantoro Sulaiman, pemerhati batik, Jumat (3/7).

Ketua Umum Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad ini lebih lanjut menerangkan, di semua daerah di Tanah Air, batik terpuruk akibat perlakuan kita sendiri.

“Orang Indonesia tidak bangga memakai batik. Memakainya pun, enggak tahu apakah itu batik tulis, cap, atau printing. Dari ratusan orang yang memakai batik, paling hanya puluhan orang yang memakai batik yang benar-benar batik,” ucapnya.

Batik yang benar-benar batik, dijelaskan dia, hanya batik tulis, batik cap, dan kombinasi batik tulis dengan cap. Sedangkan yang bukan batik adalah batik printing alias kain tekstil bermotif batik. Batik printing inilah yang mengacaukan.

“Dulu, kalau ada wisatawan ke Yogyakarta dan ingin membeli batik, saya bisa bawa ke Pasar Beringharjo. Namun sekarang, enggak bisa lagi karena yang dijual hanya batik-batikan, hanya kain motif batik. Orang Indonesia dari masyarakat biasa hingga kalangan pejabat pun, enggak semua bisa membedakan antara batik sungguhan dan batik-batikan. Lha ini nanti bagaimana,” kata Larasati.

Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menggencarkan pemakaian batik sungguhan. Selain itu, menciptakan kondisi agar pembatik bisa tenang membatik karena mendapat jaminan bahwa batik mereka dibeli. Para pembatik yang tersisa ini, diyakini Larasati masih cukup banyak dan sanggup membawa batik Indonesia jaya.

UNESCO, diterangkan Larasati, berpikiran ingin mengangkat batik sebagai pusaka dunia atas usulan Gora, warga Australia. Gora sendiri, mendapat nama dari Kasunanan Surakarta menjadi KRT Moncocartiodipuro. UNESCO menunjuk Gora membuat risalah tentang batik. Risalah itu sudah rampung disusun, setelah Gora bertemu dan membahas bersama pakar dan perajin batik Indonesia.

UNESCO sebelumnya sudah menetapkan wayang dan keris Indonesia sebagai pusaka dunia. Namun, gaungnya seakan tidak kentara.

Entry filed under: Artikel. Tags: , , , , , , , , .

Berbagai Motif Batik Gedog Tulis Tuban Batik Komputer, atau Komputer Batik

2 Comments Add your own

  • 1. ario sutadi  |  March 15, 2011 at 3:57 am

    ada berapa tempat wisata kota tuban mohon infonya

    Reply
  • 2. Indah Astuti  |  January 8, 2012 at 10:26 am

    Batik yang diakui UNESCO adalah batik tulis dan batik cap.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chat With Us

Click Here to Find Out

Semua Tentang Batik About Batik
Batik Tulis Tuban - Ready Stock Batik Tulis Tuban - Ready Stock
Tips Perawatan Osteoporosis theosteoporosistreatment
Dapatkan email marketing Gratis!!!

Tubanstore mengucapkan :

Selamat Hari Batik Tanggal 2 Oktober

Blog Stats

  • 46,303 hits

RSS News


%d bloggers like this: